Jumat, 21 Oktober 2016

BAB 6 MIKROEKONOMI

Bab 6

PERILAKU RUMAH TANGGA DAN PILIHAN KONSUMEN
 


Dalam bab ini kita bisa mempelajari perilaku fundamental (mendasar/pokok) dalam perekonomian, yaitu rumah tangga dan perusahaan. Dalam bab ini dijelaskan juga bahwa rumah tangga dan perusahaan berinteraksi dalam dua jenis pasar : pasar input dan pasar output. Jadi artinya, rumah tangga meminta output dan menawarkan input. Sebaliknya, produsen meminta input dan menawarkan output.
Sebelum masuk kedalam materi, ada sebuah asumsi yang menerangkan bahwa semua pasar itu bersifat kompetitif sempurna. Artinya, dalam pasar itu kita mengenal yang namanya persaingan sempurna. Apa itu pesaingan sempurna ?, persaingan sempurna (perfect competition) adalah bentuk struktur industrik yang didefinisakan sangat kaku, kata sempurna di sini seolah tidak mempunya cacat, padahal dalam dunia indusrti kompetitif tidak ada suatu produsen yang bisa mempengaruhi suatu harga, kenapa ? karena adanya karakteristik indusri kompetitif, yang pertama industik kompetitif terdiri dari banyak perusahaan, yang masing-masing beskala kecil jika dibandingkan dengan produk ukuran industri. Kedua, setiap perusahaan dalam industri kompetitif sempurna menghasilkan produk yang benar-benar sama. Sedangkan produk dalam industri kompetitif sempurna itu bersifat homogen.
            Karakteristik tersebut membatasi keputusan yang terbuka buat setiap industry kompetitif, karena bisa dikatakan, semua industry kompetitf itu bisa menghasilkan suatu produk yang hampir sama, dan juga kompetitif sempurna berskala lebih kecil dibandingkan dengan pasar. Perusahaan yang kompetitif sempurna itu tidak bias mematok suatu harga, karean mereka tidak bisa mengendalikannya. Yang bisa mereka lakukan hanyalah memutuskan berapa output yang akan diproduksi dan bagai mana memproduksinya.
            Dari semua pernyataan di atas kita bisa berasumsi bahwa setiap rumah tangga memiliki ukurang yang kecil jika dibandingkan dengan pasar. Artinya rumah tangga tidak bisa menghadapi serangkaian harga produk yang tidak bisa mereka kendalikan sendirian. Harga ditentukan oleh pemasok dan banyak peminta produk. Dan juga, rumah tangga dan perusahaan memiliki semua informasi yang diperlukan untuk menentukan pilihan pasar, yang bisa disebut dengan pengetahuan sempurna.

1.    PILIHAN RUMAH TANGGA DALAM PASAR OUTPUT
            Setiap rumah tangga harus mengambil tiga keputusan:
1.      Berapa banyak tiap produk, atau output, yang diminta
2.      Berapa banyak kerja yang akan ditawarkan
3.    Berapa banyak yang akan dibelanjakan hari ini dan berapa banyak yang akan ditabung untuk masa depan.

A.  PENENTU PERMINTAAN RUMAH TANGGA
            Ada beberapa faktor yang mempengaruhi barang dan jasa yang diminta oleh rumah tangga:
1.      Harga produk
2.      Pendapatan yang diterima rumah tangga
3.      Jumlah akumulasi kekayaan rumah tangga
4.      Harga produk lain yang tersedia bagi rumah tangga
5.      Selera dan preferensi rumah tangga
6.      Ekspetasi rumah tangga terhadap kekayaan, harga, dan pendapatan di masa depan

INGAT, bahwa skedul permintaan dan kurva permintaan mengekspresikan hubungan antara kuantitas yang diminta dan harga, yang bisa disebut “CETERIS PARIBUS”.

B.  BATASAN ANGGARA
            Apa yang dimaksud batas anggaran ?, yang dimaksud batas anggaran adalah batasan pilihan rumah tangga disebabkan pendapatan, kekayaan, dan harga produk. Apakah ada rumah tangga yang bisa mengendalikan atas pendapatannya ? ada, yaitu mereka yang memilih untuk bekerja atau tidak, akan tetapi, ada juga batasan dalam pasar tenaga kerja, karena gaji mereka diatur oleh tingkat upah pasar.
            Lalu ada juga yang namanya SERANGKAIAN PILIHAN atau SERANGKAIAN ORPOTUNITAS, yaitu serangkaian pilihan yang didefinisikan dan dibatasi oleh batasan atau kendala. Namun, keterbatasan yang disebabkan oleh pendapatan dan harga, rumah tangga bebas memilih apa yang dikehendaki, tergantung kebutuhan mereka dan selera mereka.
BASIS PILIHAN
            Selama abad ke-19, pertimbangan nilai-nilai telah diformalkan menjadi suatu konsep yang disebut dengan utilitas. Apakah suatu barang lebih disukai daripada barang lain tergantung pada seberapa besar utilitas. Sedangkan arti utilitas itu sendiri adalah, kepuasan atau imbalan yang dihasilkan suatu produk dibandingkan dengan alternatifnya.
            Ada masalah tertentu yang tersirat dalam konsep utilitas. Pertama, mustahil mengukur utilitas. Kedua, mustahil membandingkan utilitas bagi orang yang berbeda.

C.      UTILITAS MARJINAL YANG SEMAKIN MENURUN
            Apa maksud dari judul di atas ? maksud dari judul di atas adalah, jika seseorang mengkonsumsi lebih banyak barang maka ia akan mengurangi kepuasan marjinal, yang bisa disebuta UTILITAS MARJINAL. Utilitas marjinal adalah kepuasan tambahan yang diperoleh dengan mengkonsumsi atau menggunakan tambahan suatu unit barang. Lalu ada juga UTILITAS TOTAL, yaitu kepuasan total yang mengkonsumsi barang atau jasa. Bedanya dengan utilitas marjinal, yang dikonsumsi hanya unit terakhir yang dikonsumsi, sedangkan utilitas total semua unit yang dikonsumsi.
            Ada suatu hukum utilitas marjinal yang semakin menurun yang berbunyi :
semakin banyak suatu barang yang dikonsumsi pada periode tertentu, semakin sedikit kepuasan (utilitas) yang dihasilkan dari mengkonsumsi tiap unit tambahan (marjinal) barang yang sama.”

D.      EFEK PENDAPATAN DAN SUBSTITUSI
            Meskipun gagasan utilitas merupakan cara berpikir yang berguna menyangkut proses pilihan. Ada penjelasan tentang kurva permintaan yang miring ke bawah yang tidak mengendalikan konsep utilitas marjinal yang makin menurun, yaitu pada efek pendapatan dan substitusi.
INGAT, bahwa konsumen menghadapi pilihan yang terbatas, dan perhatikan kemungkinan respons suatu rumah tangga atas penurunan harga beberapa produk yang sering digunakan, ceteris paribus.
EFEK PENDAPATAN
            Perubahan harga mempengaruhi rumah tangga dalam satu hal yaitu, jika kita mengasumsikan bahwa rumah tangga membatasi pilihan produk mereka yang memperbaiki kesejahteraan mereka, maka setiap penurunan haraga setiap produk membuat rumah tangga itu jelas merasa diuntungkan.
Apabila harga sesuatu yang kita beli turun, kita merasa beruntung. Apabila harga sesuatu yang kita beli naik, kita merasa rugi.
EFEK SUBSTITUSI
            Kenyataan bahwa penurunan harga membuat rumah tangga lebih beruntung belum menjelaskan semuanya. Apabila harga suatu produk turun, produk itu juga menjadi relatif lebih murah. Jadi, produk ini lebih menarik dibandingkan dengan barang substitusi, yang biasa disebut efek substitusi akibat perubahan harga.
Apa yang dapat kita petik dari efek pendapatan dan substitusi tentang kurva permintaan?
            Baik efek pendapatan maupun substitusi menyiratkan hubungan negatif antara harga dan kuantitas yang diminta, artinya permintaan yang miring ke bawah. Apabila suatu barang turun, ceteris paribus, kita merasa lebih untung, dan kita cenderung membeli lebih banyak barang itu dan lain (efek pendapatan). Karena harga yang lebih rendah juga berarti “lebih mahal dibanding barang substitusi”, kita cenderung membeli lebih banyak barang itu (efek substitusi). Apabila harga suatu barang naik, kita merasa lebih rugi, dan kita akan membeli labih sedikit barang itu (efek pendapatan). Harga yang lebih tinggi juga berarti “lebih mahal dibandingkan barang substitusi”, dan cenderung membeli lebih sedikit barang itu dan lebih banyak barang lain (efek substitusi).

E.       SURPLUS KONSUMEN
            Apabila suatu barang dijual pada harga tetap, rumah tangga harus “mengungkapkan” apakah barang itu layak dihargai dengan harga yang berlaku. Bagi banyak orang yang membeli di pasar tertentu, nilai produk itu melebihi harga saat ini. Orang-orang itu meminta surplus konsumen.

2.        PILIHAN RUMAH TANGGA DALAM PASAR INPUT
            Pembahasan ini akan beralih tentang dua keputusan yang diambil oleh rumah tangga di pasar input: keputusan penawaran tenaga kerja dan keputusan menabung.

A.      KEPUTUSAN PENAWARAN TENAGA KERJA
Di sini rumah tangga harus memutuskan tiga hal:
1.      Apakah harus bekerja
2.      Seberapa banyak harus bekerja
3.      Jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan
Lalu pada dasarnya angota rumah tangga harus memutuskan berapa banyak tenaga kerja yang akan ditawarkan Pilihan yang mereka ambil dipengaruhi oleh:
1.      Ketersediaan lapangan kerja
2.      Tingkat upah di pasar
3.      Keterampilan yang mereka miliki

B.       HARGA WAKTU LUANG
Dalam pasar tenaga kerja, ada trade-off antara nilai barang dan jasa yang bisa dibeli di pasar itu atau diproduksi di rumah dengan nilai yang diberikan orang atas waktu luang. Biaya oportunitas pekerjaan yang dibayar adalah waktu luang dan pekerjaan yang tidak dibayar. Tingkat upah adalah harga, atau biaya oportunitas, dari manfaat pekerjaan yang tidak dibayar atau waktu luang. Jadi lapangan kerja dan tingkat upah pekerjaan menentukan kombinasi akhir barang dan jasa yang terjangkau oleh rumah tangga.

C.      EFEK PENDAPATAN DAN SUBSTITUSI DARI PERUBAHAN UPAH
Efek pendapatan dan substitusi dari perubahan tingkat upah bekerja dalam arah berlawanan, artinya tingkat upah yang lebih tinggi  berarti bahwa (1) waktu luang lebih mahal (efek substitusi) dan (2) lebih banyak pendapatan yang diperoleh dalam jumlah jam kerja tertentu, sehingga sejumlah waktu dapat digunakan sebagai waktu luang (efek pendapatan).

D.      MENABUNG DAN MEMINJAM: KONSUMSI SEKARANG VERSUS KONSUMSI MASA DEPAN.

            Dalam bab ini akan dijelaskan bahwa setiap rumah tangga terkadang menggunakan pendapatannya dalam menabung untuk keperluan di masa mendatang dan meminjam menggunakan pendapatan masa depan untuk mendanai belanja saat ini. Kesimpulannya, apabila rumah tangga memutuskan untuk menabung sebagian pendapatan saat ini, rumah tangga itu menggunakan pendapatan saat ini untuk mendanai pengeluaran di masa depan. Apabila rumah tangga meminjam, rumah tangga itu mendanai pembelian saat ini dengan pendapatan di masa depan.

0 komentar:

Posting Komentar