Senin, 26 Desember 2016

BAB 17 MIKROEKONOMI

Keuangan Publik: Ilmu Ekonomi Perpajakan

Pajak: Konsep Dasar
Setiap pajak memiliki dua bagian:
1.      Struktur Dasar Pajak
Nilai pengenaan pajak. Seperti pendapatan, penjualan, hak milik
2.      Struktur Tingkat Pajak
Menentukan porsi dasar pajak yang harus dibayar dengan pajak.
Dasar pajak bersifat:
1.      Pajak Atas Simpanan
2.      Pajak Atas Aliran
Pajak yang dikenakan atas aliran:
1.      Pajak Proporsional
Pajak yang bebannya adalah proporsi konstan dari pendapatan semua rumah tangga.
Pajak Progresif
Pajak yang menuntut proporsi pendapatan yang lebih tinggi dari rumah tangga berpendapatan tinggi.
PajakRegresif
Pajak yang menuntut proporsi pendapatan yang lebih rendah dari keluarga berpendapatan lebih tinggi.
2.      Tingkat PajakMarjinal
Pajak yang harus dibayar pada tiap pendapatan tambahan yang dihasilkan.
Tingkat Pajak Rata-Rata
Jumlah total pajak yang dibayar, dibagi dengan pendapatan total.
Tingkat pajak marjinal mempengaruhi keputusan tentang seberapa banyak seseorang bekerja.

KESETARAAN PAJAK
Prinsip Manfaat yang diterima
Wajib pajak menyumbang pada pemerintah
Prinsip Kemampuan Membayar
Wajib pajak yang mengharuskan warga Negara menanggung beban pajak sesuai kemampuan.

Tiga kandidat utama dalam dasar pajak terbaik
Pendapatan
Segala hal yang meningkatkan kemampuan untuk mengontrol sumber daya.
Pendapatan Ekonomi = Konsumsi + Perubahan Kekayaan
Konsumsi
Nilai total segala hal yang di konsumsi rumah tangga
Kekayaan
Nilai semua hal yang kita miliki setelah dikurangi kewajiban.
Kekayaan bersih = Aset–Kewajiban
PAJAK HIBAH DAN TANAH MILIK
Tanah Milikatau Estate
Properti yang dimilikipadasaatkematianseseorang.

Pajak Tanah Milik
Pajakatasnilai total tanahmilikseseorang.

INSIDEN PAJAK
Pengenaan pajak atau perubahan pajak bisa mengubah perilaku dalam memengaruhi penawaran dan permintaan di pasar menyebabkan harga berubah, membuat beberapa rumah tangga merugi atau untung. Perubahan akhir ini menentukan beban akhir pajak itu.
Pergeseran pajak terjadi apabila rumah tangga melakukan sesuatu untuk menghindari membayar pajak.
Mengenakan PajakGaji: Siapa yang membayar?
Pada tingkat upah, kuantitas tenaga kerja yang diminta sama, dan pasar tenaga kerja berada dalam ekuilibrium.
Ukuran relative bagian perusahaan dan bagian pekerja dari beban pajak total tergantung pada bentuk kurva permintaan dan penawaran. Jika penawaran tenaga kerja sangat elastic maka pekerja hanya perlu menanggung beban pajak gaji yang kecil. Jika inelastic, sebagian besar beban ditanggung oleh pekerja.

INSIDEN PAJAK LABA KORPORASI
Pajak laba korporasi adalah pajak atas laba perusahaan yang dikategorikan sebagai korporasi (Perseroan Terbatas). Korporasi atau Perseroan Terbatas (PT) adalah perusahaan yang diberi status kewajiban terbatas oleh pemerintah.
BebanPajakKorporasi
Beban Pajak Korporasi tergantung pada beberapa factor:
·         Intensitas relative modal/ tenaga kerja dari kedua sektor,
·         Kemudahan subsitusi tenaga kerja dan modal di kedua sektor,
·         Elastisitas permintaan untuk produk masing-masing kerja.

Beban Berlebih dan Prinsip Netralitas
Beban berlebih adalah jumlah kelebihan beban pajak atas penerimaan yang dikumpulkan oleh pemerintah.
Prinsip Netralitas adalah prinsip umum yang muncul dari analisis ekses beban.
Pajak yang paling efisien adalah pajak yang memiliki dasar yang luas yang tidak mengganggu keputusan ekonomi.
Prinsip kedua terbaik menyatakan bahwa pajak yang mengganggu keputusan ekonomi tidak perlu menimpakan beban berlebih.
MengukurBebanBerlebih

Beban berlebih yang ditimpakan oleh pajak sama dengan surplus konsumen sebelum pajak dikurangi pajak total yang dikumpulkan oleh pemerintah. Makin elastic kurva permintaan, makin besar gangguan yang disebabkan oleh tiap tingkat pajak tertentu.

BAB 14 MIKROEKONOMI

Persaingan Monopolistis dan Oligopoli

Pasar persaingan monopolistik adalah suatu bentuk pasar yang didalamnya terdapat banyak penjual (produsen) yang menghasilkan produk yang coraknya berbeda satu sama lain. Model pasar persaingan monopolistic diperkenalkan pertama kali pada tahun 1933 oleh Chamberlin dan Joan Robinson. Pada dasarnya bentuk pasar ini merupakan bentuk pasar yang berada di antara dua bentuk pasar yang ekstrem, yaitu pasar persaingan sempurna dan pasar monopoli. Hal inilah yang menyebabkan ciri- ciri pasar persaingan monopolistik mirip dengan pasar persaingan sempurna maupun pasar monopoli. Kemiripan dengan pasar persaingan sempurna antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen), sedangkan perbedaannya terletak pada karakteristik produknya yang berbeda antara satu produsen dengan produsen yang lain (diferensiasi produk). Kemiripan dengan pasar monopoli terletak pada kemampuan perusahaan dalam mempengaruhi harga, sedangkan perbedaannya antara lain terletak pada banyaknya jumlah penjual (produsen).
Ciri- ciri pasar persaingan monopolistik adalah seperti di uraian berikut:
• Terdapat banyak penjual (produsen)
Seperti halnya pada pasar persaingan sempurna, dalam pasar persaingan monopolistic terdapat banyak produsen. Pada umumnya produsen dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai ukuran yang relatif sama. Kondisi ini menyebabkan produksi dari setiap produsen jumlahnya relatif kecil dibandingkan dengan jumlah produksi dalam keseluruhan pasar (industri).

• Karakteristik barangnya berbeda
Meskipun jumlah produsennya banyak, seperti dalam pasar persaingan sempurna, tetapi dalam hal produk yang dihasilkan tidak homogen (berbeda). Dalam pasar persaingan monopolistik, setiap produsen menghasilkan produk yang berbeda (differentiated product) atau terdapat diferensiasi produk. Diferensiasi produk tersebut dapat berupa diferensiasi fisik, misalnya kemasan, bentuk, dan desain maupun diferensiasi kualitas. Adanya diferensiasi produk ini menyebabkan produk yang dihasilkan akan menjadi daya tarik bagi konsumen untuk memilih suatu produk tertentu. Dalam hal ini produk yang dihasilkan bukan merupakan produk yang bersifat substitusi sempurna (perfect substitute) tetapi substitusi dekat (close substitute).

• Penjual mempunyai sedikit kemampuan mempengaruhi harga
Produsen dalam pasar persaingan monopolistik mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi harga, meskipun tidak sebesar pada pasar monopoli. Kemampuan ini sebagai akibat adanya diferensiasi produk yang menyebabkan konsumen lebih memilih pada suatu produk tertentu, meskipun harganya sudah mengalami kenaikan. Sebaliknya produsen yang menurunkan harga tidak dapat dengan mudah menaikkan penjualan produknya.

• Penjual relatif mudah untuk masuk kedalam pasar dan keluar dari pasar
Laba yang dinikmati oleh produsen dalam pasar persaingan monopolistik menarik perhatian produsen lain untuk memasuki pasar. Namun demikian, jika produsen tidak mampu bertahan dalam menghadapi persaingan maka akibatnya harus keluar untuk menghindari kerugian yang semakin besar.

• Persaingan dalam promosi penjualan sangat aktif
Produsen dalam pasar persaingan monopolistik harus aktif melakukan promosi. Hal ini dilakukan untuk menarik konsumen sebagai akibat adanya diferensiasi produk yang dihasilkan masing- masing produsen. Tujuan promosi yang dilakukan produsen adalah untuk memberikan informasi agar konsumen lebih mengenal produk yang ditawarkan sehingga akan mempengaruhi citarasa terhadap produk tersebut, menekankan kualitas suatu produk agar konsumen mengetahui bahwa produk tersebut berkualitas sangat baik dan memelihara hubungan baik dengan konsumen.
Pasar oligopoli merupakan pasar yang terdiri dari beberapa penjual (produsen) untuk satu jenis barang tertentu. Jika terdiri dari 2 produsen disebut duopoli.
1. Jenis- jenis oligopoli
– Oligopoli dengan diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan output yang berbeda.
– Oligopoli tanpa diferensiasi produk, yaitu antar produsen menghasilkan output yang sama.

2. Penentuan harga dan output
– Tinggi rendahnya tingkat diferensiasi produk akan mempengaruhi perilaku produsen dalam menentukan output atau harganya.
– Semakin tinggi tingkat diferensiasinya berarti semakin rendah tingkat ketergantungannya (interdependensi) terhadap perusahaan lain. Ini berarti kurva permintaannya tidak tergantung perusahaan lain.
– Semakin rendah tingkat diferensiasinya berarti semakin tinggi tingkat ketergantungannya (interdependensi) terhadap perusahaan lain. Ini berarti kurva permintaannya tergantung atau dipengaruhi perusahaan lain.

3. Keseimbangan pada pasar oligopoli akan dipengaruhi oleh 2 kemungkinan perilaku penjual.
– Setiap penjual tidak akan mengikuti tindakan penjual lainnya, dalam hal menentukan harga.
– Setiap penjual akan mengikuti tindakan penjual lainnya, khususnya dalam hal menurunkan harga.




BAB 13 MIKROEKONOMI

MONOPOLI dan Kebijakan Antitrust

Pengertian Monopoli adalah Secara etimologi, monopoli berasal dari bahasa Yunani, yaitu “monos”, yang artinya satu atau sendiri, dan “polein” yang artinya menjual atau penjual. Berdasarkan etimologi monopoli tersebut dapat diartikan bahwa monopoli adalah kondisi dimana hanya ada satu penjual yang menawarkan satu barang dan jasa tertentu Suyud Margono, Hukum Anti Monopoli (Jakarta:Sinar Grafika,2009), hlm. 6.. Monopoli terbentuk jika hanya ada satu pelaku mempunyai control eksklusif terhadap pasokan barang dan jasa di suatu pasar, dan dengan demikian juga terhadap penentuan harganya.


Tidak adanya pesaing menjadikan monopoli merupakan pemusatan kekuatan pasar di satu tangan, bila di samping kekuatan tunggal itu ada pesaing- pesaing lain namun peranannya kurang berarti, pasarnya bersifat monopolistis. Tentunya karena pada kenyataannya monopoli sempurna jarang ditemukan, dalam praktiknya sebutan monopoli juga diberlakukan bagi pelaku yang menguasai bagian terbesar pasar. Secara lebih longgar pengertian monopoli juga mencakup strukstur pasar dimana terdapat beberapa pelaku, namun karena peranannya yang begitu dominan, maka dari segi praktis pemusatan kekuatan pasar    sesungguhnya ada disatu pelaku saja

Kebijakan Antitrust

Pada tahun 1890 muncul Sherman Act, antitrust ini muncul karena kemarahan publik atas mengingkatnya konsentrasi kekuatan ekonomi dan pelanggaran yang muncul. Tujuan dari hukum antitrustini adalah untuk mencegah monopoli atau konsentrasi kekuatan ekonomi serta untuk memelihara tingkat persaingan yang wajar dalam perekonomian.
Undang-undang antitrust yang paling penting diantaranya :
1.      Sherman Act (1890)
Sherman Act ini merupakan undang-undang antitrust federal yang pertama. Pasal 1 dan 2 menyatakan :
a.       Setiap kontrak, kombinasi dari bentuk sebuah trust aau lainnya, atau konspirasi, yang membatasi perdagangan atau commerce diantara beberapa negara bagianm dan dengan bangsa asing, dengan ini dinyatakan melanggar hukum.
b.      Setiap orang yang memonopoli, bergabung atau berkonspirasi dengan satu atau beberapa orang lain, untuk memonopoli bagian tertentu dari perdaganagan atai commerce di antara bebera[a negara bagian, atau dengan bangsa asing, akan dikatakan sebagai orang yang melakukan tindakan kejahatan ringan.
Jadi, Pasal 1 menjadikan setiap kontrak atau kombinasi dalam pembatasan perdagangan (seperti penentuan harga bersama) adalah melanggar hukum. Pasal 2 menjadikan setiap usaha untuk memonopoli sebuah pasar sebagai tindakan melanggar hukum.
2.      Clayton Act (1914)
Undang-undang ini mencantumkan empat jenis persaingan yang tidak adil yang melanggar hukum :
a.       Pasal 2 dari undang-undang tersebut melarang penjual untuk melakukan diskriminasi harga diantara pembeli, jika diskriminasi harga terserbut secara nyata mengurangi persaingan dan cenderung menimbulkan monopoli. Namun diskriminasi harga diperbolehkan jika dengan niat baik untuk menghadapi persaingan.
b.      Pasal 3 undang-undang tersebut melarang penjual untuk melakukanleasing, menjual, atau membuat kontrak penjualan sebuah komoditas dengan syarat bahwa pembeli atau lesse tidak boleh membeli, melakukan leasing (exclusive and tying contract) tersebut secara nyata mengurangi persaingan dan cenderung menciptakan monopoli.
c.       Pasal 7 dari undang-undang tersebut melarang sebuah perusahaan melakukan perdaganagan untuk memperoleh saham perusahaan saingan atau saham dua atau lebih perusahaan yang bersaing satu sama lain ‘jika pembelian saham antar perusahaan’ (intercorporate stock holdings) tersebut secara nyata mengurangi persaingan dan cenderung menciptakan monopoli.
d.      Pasal 8 dari undang-undang tersebut melarang individu yang sama untuk menjadi anggota ‘direksi dari dua atau lebih perusahaan’ (interlocking directorate) jika berbagai perusahaan tersebut adalah pesaing dan jika yang mempunyai modal, surplus, atau laba ditahan lebih dari $1 juta.
3.      Federal Trade Comission Act (1914)
Undang-undang ini melengkapi Clayton Act. Undang-undang ini membentuk Federal Trade Commission (FTC) untuk menindak para pelanggar undang-undang antitrust dan melindungai masyarakat dari penayangan iklan yang salah dan menyesatkan. Sejak adanya FTC ini tindakan hukum tidak lagi perlu menunggu kelompok-kelompok pribadi untuk menggugat dengan menggunkan biaya sendiri jika dirugikan oleh praktik yang tidak adil dan bersifat monopolistik.
4.      Robbinson-Patman Act (1936)
Undang-undang ini dibuat untuk mengamandemen Clayto Act, dan melarang penjualan yang lebih murah kepada seorang pembeli atau sebuah pasar dengan tujuan merusak persaingan atau menyingkirkan pesaing. Undang-undang ini juga berusaha melindungi pengecer kecil.
5.      Wheelwe-Lea Act (1938)
Undang-undang ini mengamandemen iFederal Trade Commission Actdan melarang penayangan iklan yang salat dan menyesatkan atas produk makanan, obat-obatan, alat-alat korektif, dan produk kosmetik yang diperdagangkan antarnegara bagian. Tujuannya untuk melindungi konsumen dari penayangan iklan yang bohong dan menyesatkan.
6.      Celler-Kefauver Antimerger Act (1950)
Undang-undang ini menutup kelemahan dari Clayton Act dengan melarang tidak hanya pembelian saham tetapi juga aset perusahaan saingan, jika pembelian tersebut secara nyata mengurangi persaingan atau cenderung menciptakan monopoli. Jadi undang-undang ini melarang setiap jenis merger : merger horosontal, merger vertikal, dan konglomerasi.

E.     Penegakan Hukum Antitrust Dan Gerakan Deregulasi
Penegakan Hukum Antitrust: Beberapa Pengamatan Umum
Penegakan hukum antitrust telah menjadi tanggung jawab Divisi Antitrust dari Departemen Kehakiman serta Federal Trade Commission (FTC). Secara umum, Departemen Kehakiman menegakkan hukum yang terkandung dalam Sherman Act dan Pasal 7 (pasal antimerger) Clayton Act secara pidana, sementara FTC menegakkan pasal lain dari Clayton Act secara perdata. GugatanAntitrust bisa diprakarsai oleh Departemen kehakiman, FTC, jaksa tinggi negara bagian, dan oleh kelompok-kelompok pribadi.
Pelanggaran atau dugaan terhadap pelanggaran antitrust diatasi dengan beberapa cara diantaranya :
1.      Pembubaran dan pelepasan
2.      Keputusan
Keputusan adalah perintah pengadilan yang mengharuskan terdakwa berhenti melakukan tindakan antikompetitif tertentu atau melaksanakan tindakan kompetitif yang diperintahkan.
3.      Surat keputusan perjainjian pembubaran dan pelepasan (dissolution an divestiture)
Surat keputusan perjanjian adalah sebuah kesepakatan, tanpa persidangan di pengadilan, antara terdakwa (tetapi tanpa menyatakan dirinya bersalah) dan Departmen Kehakiman yang di dalamnya terdakwa setuju untuk mematuhi aturan perilaku bisnis yang ditetapkan dalam kesepakatan tersebut.
Penegakan Hukum Antitrust: Struktur
Penegakan hukun antitrust untuk mencegah meunculnya struktur industri yang antikompetitif, merupakan pelaksanaan Pasal 2 Sherman Act yang melarang monopolisasi dan usaha atau konspirasi untuk memonopolisasi, dan penerapan Pasal 7 Clayton Act, dan Celler-kefauver Act, yang melarang merger yang secara nyata mengurangi persaingan.
Penegakan Hukum Antitrust: Perilaku Bisnis
Kebijakan antitrust juga diarahkan yntuk mengatasi perilaku bisnis industri yang antikompetitif. Mahkamah Agung AS melarang kolusi harga riil dan diskriminasi harga, jika secara nyata mengurangi persaingan dan cenderung menciptakan monopoli. Secara lebih khusus, Mahkamah Agung menyatakan bukan hanya kartel sebagai tindakan yang melanggar hukum, tetapi juga berlaku untuk kesepakatan atau kolusi informal untuk membagi pasar, mematok harga, atau membuat skema kepemimpinan harga. Kebersamaan yang disengaja yaitu pelaksanaan kebijakan yang sejalan dan seiring oleh para oligopolis atas dasar saling ketergantungan yang mereka sadari, disebut sebagai tindakan melanggar hukum jika mencerminkan kolusi.

Aspek yang paling sulit dalam menegakkan Pasal 1 Sherman Act adalah membuktikan kolusi tersembunyi atau informal. Kadang-kadang kasusnya sangatlah jelas.R

BAB 12 MIKROEKONOMI

Keseimbangan Umum Mikro Ekonomi

Keseimbangan umum Keseimbangan umum (general equilibrium) adalah suatu keseimbangan secara simultan (keseluruhan) dalam jangka panjang untuk semua pasar dan semua unit perekonomian dalam suatu sistem ekonomi. Sistem harga pasar persaingan sempurna Adalah suatu model ekonomi dimana individu memaksimalkan kepuasan, perusahaan memaksimalkan laba, terdapat informasi sempurna tentang harga, dan setiap pelaku ekonomi adalah penerima harga (price taker). Jadi di pasar persaingan sempurna ini tempat bertemunya individu yang ingin memaksimalkan kepuasannya akan barang ( dibatasi angaran) dengan perusahaan yang ingin memaksimalkan laba, jadi dari pertemuan itu akan memunculkan harga kesepakatan/keseimbangan antara kuantitas yang diinginkan individu dengan perusahaan. kita asumsikan pada pembahasan ini bahwa semua pasar bentuknyapersaingan sempurna, jadi sejumlah pasar disebut suatu sistem harga persaingan sempurna. Dalam ekonomi yang sederhana ini terdapat beberapa barang yang homogen dalam jumlah besar. Barang ini bukan hanya barang konsumsi tapi juga faktor produksi, dan masing-masing barang mempunyai harga keseimbangan yang terbentuk dari interaksi permintaan dan penawaran. Produsen bersedia menawarkan kuantitas yang tepat sama dengan kuantitas yang diminta. Kita juga mengasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi atau transportasi dan bahwa individu maupun perusahaan mempunyai informasi yang sempurna tentang harga tersebut. Karena kita telah mengasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi maka setiap barang mengikuti hukum satu harga (law of one price). Setiap harga diperdagangkan pada tingkat harga yang sama, tidak peduli siapa yang membeli dan perusahaan mana yang menjual. Ilustrasi tentang keseimbangan umum Pada pembahasan ini kita mengambil contoh antara pasar tomat dan pasar ketimun. Kurva (1) adalah kurva pasar tomat, (2) adalah kurva pasar pemetik tomat, (3) adalah kurva ketimun, (4) adalah kurva pemetik ketimun. Misalkan pada awalnya pasar berada pada keseimbangan, sehingga harga keseimbangan tomat ditunjukkan oleh p1, untuk upah pemetik tomat ditunjukkan oleh w1, untuk harga keseimbangan ketimun ditunjukkan oleh p2, dan untuk upah pemetik ketimun ditunjukkan oleh w2. Karena harga-harga ini muncul untuk menyamakan kuantitas yang ditawarkan dengan kuantitas yang diminta pada setiap pasar, keseimbangan umum akan terjadi untuk beberapa waktu tertentu sampai terjadi sesuatu yang mengubah keseimbangan tersebut. Terganggunya keseimbangan Dari data diatas, yaitu data pasar ketimun dan tomat kita asumsikan bahwa pemerinta menetapkan bahwa tomat itu ternyata bisa menyembuhkan pilek, dengan adanya pernyataan dari pemerintah tersebut maka masyarakat lebih banyak mengkonsumsi tomat, hal ini menyebabkan permintaan tomat meningkat. Dan permintaan akan tomat yang meningkat akan menyebabkan harga tomat akan melambung. Selain itu karena permintaan tomat meningkat maka permintaan tenaga kerja untuk memetik tomat akan naik juga, dan akan menyebabkan meningkatnya upah tenaga kerja pemetik tomat. Sementara itu di pasar ketimun, ketika permintaan tomat meningkat, maka permintaan ketimun akan turun, karena ketimun adalah substitusi dari tomat dan tidak menyembuhkan pilek. Turunnya permintaan ketimun menyebabkan turunnya harga ketimun, turunnya pemintaan akan tenaga kerja pemetik ketimun dan upah tenaga kerja juga akan turun. Membangun kembali keseimbangan Ketika adanya gejolak yang terjadi di keempat pasar tersebut, terjadi perubahan permintaan dan perubahan harga yang terjadi di keempat pasar tersebut yang menyebabkan terganggunya keseimbangan umum pasar. Setelah semua efek yang menyebabkan terganggunya keseimbangan pasar terjadi, hasil akhirnya adalah terjadi kenaikan harga tomat (menjadi p3), kenaikan upah para pemetik tomat (w3), tururnnya harga ketimun(p4) dan turunnya upah pemetik ketimun(w4). Da pada tingkat harga ini lah keseimbangan terbentuk. Efisiensi produksi Analisis efisiensi di banyak pasar dimulai dengan menggambarkan sebuah perekonomian dengan sumberdaya ini dengan cara yang “efisien secara teknis“. Definisi Efisiensi Teknis, adalah bahwa setiap perekonomian memproduksi berbagai jenis barang yang berbeda-beda Alokasi sumberdaya yang efisien secara teknis yaitu suatu pengalokasian sumberdaya yang tersedia sedemikian rupa, sehingga untuk mempreoduksi satu atau lebih produk menyebabkan pengurangan produksi barang – barang lainnya Batas Kemungkinan Produksi Batas kemungkinan produksi menyajikan cara untuk menggambarkan efisiensi teknis secara grafik. (GAMBAR GRAFIK) Alokasi sumber daya yang dicerminkan oleh titik A adalah alokasi yag tidak efisien secara teknis, karena jelas bahwa produksi dapat ditingkatkan. Titik B, contohnya, berisi lebih banyak Y dan tidak mengurangi X dibandingkan dengan alokasi A. Sepanjang garis PP’, produksi secara teknis adalah efisien. Slope PP’ disebut dengan tingkat transformasi produk. Tingkat Transformasi Produksi Slope dari batas kemungkinan produksi memperlihatkan bagaimana output X dapat ditingkatkan dan output Y dapat dikurangi (karena sumber daya telah dipindahkan untuk memproduksi barang X) sambil tetap mempertahankan efisiensi teknis. Bentuk dari Batas Kemungkinan Produksi Dalam gambar di atas, kita telah menggambarkan batas kemungkinan produksi dimana RPT (Rate of Product Transformation) bertambah sejalan dengan pertumbuhan output X. Pergerakan searah jarum jam sepanjang garis batas tersebut, menyebabkan semakin besar jumlah output Y yang harus dikorbankan untuk meningkatkan output X sebesar 1 unit. Tingkat Transformasi Produk adalah Rasio dari Biaya Marjinal RPT (X terhadap Y) = MCx/MCy Pembuktian secara logika misalkan hanya tenaga kerja saja yang digunakan dalam memproduksi output X dan Y. Asusmsikan bahwa pada beberapa titik di batas kemungkinan produksi, biaja marjinal untuk memproduksi output X adalah 4 (yaitu, diasumsikan bahwa diperlukan 4 unit tenaga kerja untuk memproduksi tambahan 1 unit output X). Misalkan juga biaya marjinal dari Y (dalam hal tambahan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi tambahan 1 unit) adalah 2. Dalam situasi ini jelas bahwa, karena total penawaran tenaga kerja adalah tetap, 2 unit tenaga kerja untuk memproduksi Y harus dikorbankan untuk memproduksi tambahan 1 unit X. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa RPT (X terhadap Y) adalah 2. Tapi RPT = 2. Ini hanya merupakan rasio dari biaya marjinal X terhadap biaya marjinal Y (yaitu 4/2); paling tidak untuk kasus sederhana yang diperlihatkan oleh persamaan di atas. Analisis yang lebih lengkap akan menunjukkan bahwa persamaan tersebut berlaku, bahkan ketika lebih banyak input yang digunakan untuk memproduksi X dan Y. Kombinasi output yang efisien Berproduksi dengan efisien secara teknis (yaitu dengan berada pada batas kemungkinan produksi) mungkin tidak begitu di inginkan, jika yang di produksi adalah kombinasi barang yang salah. Alokasi sumber daya yang efisien secara ekonomis adalah sebuah alokasi sumber daya yang efisiensecara teknis dimana kombinasi output yang di produksi juga mencerminkan preferensi masyarakat. Efisiensi pada persaingan sempurna Pertama, kita memberikan suatu bukti singkat mengapa keinginan perusahaan untuk memaksimalkan labanya akan menghasilkan pilihan alokasi pada batas kemungkinan produksi. Kemudian kita menyajikan bukti yang lebih rinci mengapa pasar kompetitif akan mengarahkan perusahaan untuk memilih kombinasi output yang efisien secara ekonomis. Efisiensi Teknis Jika perusahaan memilih titik yang tidak efisien di dalam batas kemungkinan produksi, perusahaan akan kehilangan pendapatan potensial. Keinginan untuk memaksimalkan laba akan mengarahkan perusahaan untuk memilih suatu alokasi pada batas kemugnkinan produksi tersebut. Pasar Gagal Mencapai Efisiensi Ekonomis di sebabkan oleh 4 hal : Persaingan Tidak Sempurna Persaingan tidak sempurna meliputi seluruh situasi dimana para pelaku ekonomi menggunakan kekuatan pasar dalam menentukan harga. Aspek yang penting dari situasi ini adalah penerimaan marginal berbeda dengan harga pasar karena perusahaan tidak lagi bertindak sebagai price taker. Eksternalitas Eksternalitas adalah suatu pengaruh dari aktivitas perusahaan terhadap kehidupan individu yang secara tidak langsung diperhitungkan oleh bekerjanya sistem harga normal. Masalah mendasar dalam eksternalitas sendiri adalah biaya produksi barang oleh perusahaan tidak lagi mencerminkan dengan benar biaya sosial dari produksi. Barang – barang Publik Barang publik adalah barang-barang yang memberikan manfaat non eksklusif bagi setiap orang dalam sebuah kelompok dan dapat diberikan kepada tambahan satu orang lagi dengan biaya marginal 0. Karakteristik dari barang-barang ini adalah dapat memberikan keuntungan kepada tambahan satu orang tanpa memerlukan biaya serta dapat memberikan keuntungan kepada semua orang. Dalam kasus tersebut harga tidak dapat menyamai biaya marginal yang sama dengan 0 karena biaya tetap penyediaan barang tidak akan tertutupi. Informasi Tidak Sempurna Dari pembahasan tentang hubungan antara persaingan sempurna dan efisiensi ekonomi,kita dapat mengasumsikan bahwa para pelaku ekonomi memiliki informasi secara penuh. Jenis informasi terpenting yang di asumsikan adalah pengetahuan tengtang keseimbangan harga pasar. Jika untuk berbagai alasan pasar tidak mampu menciptakan keseimbangan harga ataupun para pelaku ekonomi tidak mengetahui harga keseimbangan, konsep invisible hands tidak mungkin bisa berlaku. Masalah tersebut selama ini tidak di perhitungkan dengan memperlakukan barang sebagai sesuatu yang homogen dan mempunyai harga pasar yang telah diketahui secara universal. Uang pada Model Persaingan Sempurna ada 2, yaitu : Uang Komoditi Uang Komoditi umumnya berupa barang tertentu yang dipilih mulai dari barang – barang yang dikenal (emas dan perak) sampai ke barang yang tidak jelas dan bahkan aneh (gigi hiu atau di Pulau Yap, roda batu yang besar). Uang Fiat dan Tabir Moneter Uang yang diciptakan pemerintah karena biaya yang terkait dalam pembuatannya (misalnya mencetak lembaran kertas dengan foto para pemimpin lama atau baru atau menjaga catatan pada pita magnetis) sangat rendah.

BAB 11 MIKROEKONOMI

Permintaan Input: Pasar Modal dan Keputusan Investasi

MODAL, INVESTASI, DAN DEPRESIASI
·  Dalam sistem pasar kapitalis, keputusan penanaman modal bagi usaha tertentu diambil oleh perseorangan dengan menanggung risiko atas tabungan untuk mencari keuntungan pribadi
·  Transaksi ini terjadi melalui seperangkat lembaga yang disebut pasar modal (capital market)
·  Barang modal (capital good) adalah produksi dari sistem ekonomi yang dipakai sebagai input dari produksi barang dan jasa di masa depan
·  Modal fisik atau berwujud (tangible) meliputi:
o Bangunan non perumahan
o Peralatan tahan lama
o Struktur perumahan
o Persediaan
·  Modal tak berwujud (nonmaterial atau intangible) meliputi:
o Sumber daya manusia (human capital)
o Goodwill
·  Modal sosial atau infrastruktur adalah modal yang berperan sebagai layanan kepada masyarakat
·  Dimensi terpenting dari modal adalah ketahanannya melalui waktu
·  Karenanya, nilai modal sama dengan nilai jasa yang dihasilkannya sepanjang waktu tertentu
·  Ukuran persediaan modal (capital stock) umum meliputi:
o Nilai pasar dari pabrik
o Peralatan
o Persediaan
o Aset tak berwujud di masa kini
·  Tapi, penting adanya untuk menelaah modal berdasarkan persediaan aktualnya alih-alih nilai moneternya saja
·  Dalam ilmu ekonomi, investasi berarti penciptaan modal baru alih-alih pembelian saham atau obligasi
·  Investasi berperan sebagai aliran yang meningkatkan persediaan modal
·  Depresiasi adalah penurunan nilai ekonomis dari aset sepanjang berjalannya waktu
·  Aset modal bisa terdepresiasi karena:
o Usang secara fisik
o Ketinggalan zaman
PASAR MODAL
Pendapatan modal (capital income) adalah pendapatan dari tabungan yang ditanamkan melalui pasar modal keuangan (financial capital market)
Bentuk penting dari pendapatan modal:
·  Bunga (interest), imbalan atas penundaan konsumsi rumah tangga
·  Laba, imbalan atas inovasi dan risiko wirausahawan
Dalam masyarakat industri moderen, keputusan investasi (produksi modal) diambil oleh perusahaan
Rumah tangga memutuskan jumlah pendapatan yang dijadikan tabungan, yang dalam jangka panjang membatasi jumlah investasi oleh perusahaan
Pasar modal mengarahkan tabungan menjadi proyek investasi menguntungkan
PERMINTAAN MODAL BARU DAN KEPUTUSAN INVESTASI
·  Sebelum berinvestasi, investor mengevaluasi ekspektasi aliran jasa produktif masa depan dari proyek investasi terkait
·  Bunga bagi peminjam menghadirkan biaya oportunitas bagi setiap proyek investasi
·  Biaya oportunitas ini dipertimbangkan terhadap ekspektasi aliran penghasilan dari proyek terkait
·  Kurva permintaan investasi menunjukkan permintaan modal sebagai fungsi tingkat bunga
·  Proyek yang didanai harus memiliki tingkat penghasilan lebih tiggi daripada tingkat bunga pasar
·  Tingkat bunga yang rendah seharusnya mendorong investasi

·  Perusahaan kompetitif sempurna yang memaksimalkan laba akan berinvestasi dalam modal baru sampai ekspektasi tingkat pengembalian sama dengan tingkat bunga