Keseimbangan Umum Mikro Ekonomi
Keseimbangan umum Keseimbangan umum (general equilibrium) adalah suatu keseimbangan secara simultan (keseluruhan) dalam jangka panjang untuk semua pasar dan semua unit perekonomian dalam suatu sistem ekonomi. Sistem harga pasar persaingan sempurna Adalah suatu model ekonomi dimana individu memaksimalkan kepuasan, perusahaan memaksimalkan laba, terdapat informasi sempurna tentang harga, dan setiap pelaku ekonomi adalah penerima harga (price taker). Jadi di pasar persaingan sempurna ini tempat bertemunya individu yang ingin memaksimalkan kepuasannya akan barang ( dibatasi angaran) dengan perusahaan yang ingin memaksimalkan laba, jadi dari pertemuan itu akan memunculkan harga kesepakatan/keseimbangan antara kuantitas yang diinginkan individu dengan perusahaan. kita asumsikan pada pembahasan ini bahwa semua pasar bentuknyapersaingan sempurna, jadi sejumlah pasar disebut suatu sistem harga persaingan sempurna. Dalam ekonomi yang sederhana ini terdapat beberapa barang yang homogen dalam jumlah besar. Barang ini bukan hanya barang konsumsi tapi juga faktor produksi, dan masing-masing barang mempunyai harga keseimbangan yang terbentuk dari interaksi permintaan dan penawaran. Produsen bersedia menawarkan kuantitas yang tepat sama dengan kuantitas yang diminta. Kita juga mengasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi atau transportasi dan bahwa individu maupun perusahaan mempunyai informasi yang sempurna tentang harga tersebut. Karena kita telah mengasumsikan bahwa tidak ada biaya transaksi maka setiap barang mengikuti hukum satu harga (law of one price). Setiap harga diperdagangkan pada tingkat harga yang sama, tidak peduli siapa yang membeli dan perusahaan mana yang menjual. Ilustrasi tentang keseimbangan umum Pada pembahasan ini kita mengambil contoh antara pasar tomat dan pasar ketimun. Kurva (1) adalah kurva pasar tomat, (2) adalah kurva pasar pemetik tomat, (3) adalah kurva ketimun, (4) adalah kurva pemetik ketimun. Misalkan pada awalnya pasar berada pada keseimbangan, sehingga harga keseimbangan tomat ditunjukkan oleh p1, untuk upah pemetik tomat ditunjukkan oleh w1, untuk harga keseimbangan ketimun ditunjukkan oleh p2, dan untuk upah pemetik ketimun ditunjukkan oleh w2. Karena harga-harga ini muncul untuk menyamakan kuantitas yang ditawarkan dengan kuantitas yang diminta pada setiap pasar, keseimbangan umum akan terjadi untuk beberapa waktu tertentu sampai terjadi sesuatu yang mengubah keseimbangan tersebut. Terganggunya keseimbangan Dari data diatas, yaitu data pasar ketimun dan tomat kita asumsikan bahwa pemerinta menetapkan bahwa tomat itu ternyata bisa menyembuhkan pilek, dengan adanya pernyataan dari pemerintah tersebut maka masyarakat lebih banyak mengkonsumsi tomat, hal ini menyebabkan permintaan tomat meningkat. Dan permintaan akan tomat yang meningkat akan menyebabkan harga tomat akan melambung. Selain itu karena permintaan tomat meningkat maka permintaan tenaga kerja untuk memetik tomat akan naik juga, dan akan menyebabkan meningkatnya upah tenaga kerja pemetik tomat. Sementara itu di pasar ketimun, ketika permintaan tomat meningkat, maka permintaan ketimun akan turun, karena ketimun adalah substitusi dari tomat dan tidak menyembuhkan pilek. Turunnya permintaan ketimun menyebabkan turunnya harga ketimun, turunnya pemintaan akan tenaga kerja pemetik ketimun dan upah tenaga kerja juga akan turun. Membangun kembali keseimbangan Ketika adanya gejolak yang terjadi di keempat pasar tersebut, terjadi perubahan permintaan dan perubahan harga yang terjadi di keempat pasar tersebut yang menyebabkan terganggunya keseimbangan umum pasar. Setelah semua efek yang menyebabkan terganggunya keseimbangan pasar terjadi, hasil akhirnya adalah terjadi kenaikan harga tomat (menjadi p3), kenaikan upah para pemetik tomat (w3), tururnnya harga ketimun(p4) dan turunnya upah pemetik ketimun(w4). Da pada tingkat harga ini lah keseimbangan terbentuk. Efisiensi produksi Analisis efisiensi di banyak pasar dimulai dengan menggambarkan sebuah perekonomian dengan sumberdaya ini dengan cara yang “efisien secara teknis“. Definisi Efisiensi Teknis, adalah bahwa setiap perekonomian memproduksi berbagai jenis barang yang berbeda-beda Alokasi sumberdaya yang efisien secara teknis yaitu suatu pengalokasian sumberdaya yang tersedia sedemikian rupa, sehingga untuk mempreoduksi satu atau lebih produk menyebabkan pengurangan produksi barang – barang lainnya Batas Kemungkinan Produksi Batas kemungkinan produksi menyajikan cara untuk menggambarkan efisiensi teknis secara grafik. (GAMBAR GRAFIK) Alokasi sumber daya yang dicerminkan oleh titik A adalah alokasi yag tidak efisien secara teknis, karena jelas bahwa produksi dapat ditingkatkan. Titik B, contohnya, berisi lebih banyak Y dan tidak mengurangi X dibandingkan dengan alokasi A. Sepanjang garis PP’, produksi secara teknis adalah efisien. Slope PP’ disebut dengan tingkat transformasi produk. Tingkat Transformasi Produksi Slope dari batas kemungkinan produksi memperlihatkan bagaimana output X dapat ditingkatkan dan output Y dapat dikurangi (karena sumber daya telah dipindahkan untuk memproduksi barang X) sambil tetap mempertahankan efisiensi teknis. Bentuk dari Batas Kemungkinan Produksi Dalam gambar di atas, kita telah menggambarkan batas kemungkinan produksi dimana RPT (Rate of Product Transformation) bertambah sejalan dengan pertumbuhan output X. Pergerakan searah jarum jam sepanjang garis batas tersebut, menyebabkan semakin besar jumlah output Y yang harus dikorbankan untuk meningkatkan output X sebesar 1 unit. Tingkat Transformasi Produk adalah Rasio dari Biaya Marjinal RPT (X terhadap Y) = MCx/MCy Pembuktian secara logika misalkan hanya tenaga kerja saja yang digunakan dalam memproduksi output X dan Y. Asusmsikan bahwa pada beberapa titik di batas kemungkinan produksi, biaja marjinal untuk memproduksi output X adalah 4 (yaitu, diasumsikan bahwa diperlukan 4 unit tenaga kerja untuk memproduksi tambahan 1 unit output X). Misalkan juga biaya marjinal dari Y (dalam hal tambahan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memproduksi tambahan 1 unit) adalah 2. Dalam situasi ini jelas bahwa, karena total penawaran tenaga kerja adalah tetap, 2 unit tenaga kerja untuk memproduksi Y harus dikorbankan untuk memproduksi tambahan 1 unit X. Sehingga kita dapat menyimpulkan bahwa RPT (X terhadap Y) adalah 2. Tapi RPT = 2. Ini hanya merupakan rasio dari biaya marjinal X terhadap biaya marjinal Y (yaitu 4/2); paling tidak untuk kasus sederhana yang diperlihatkan oleh persamaan di atas. Analisis yang lebih lengkap akan menunjukkan bahwa persamaan tersebut berlaku, bahkan ketika lebih banyak input yang digunakan untuk memproduksi X dan Y. Kombinasi output yang efisien Berproduksi dengan efisien secara teknis (yaitu dengan berada pada batas kemungkinan produksi) mungkin tidak begitu di inginkan, jika yang di produksi adalah kombinasi barang yang salah. Alokasi sumber daya yang efisien secara ekonomis adalah sebuah alokasi sumber daya yang efisiensecara teknis dimana kombinasi output yang di produksi juga mencerminkan preferensi masyarakat. Efisiensi pada persaingan sempurna Pertama, kita memberikan suatu bukti singkat mengapa keinginan perusahaan untuk memaksimalkan labanya akan menghasilkan pilihan alokasi pada batas kemungkinan produksi. Kemudian kita menyajikan bukti yang lebih rinci mengapa pasar kompetitif akan mengarahkan perusahaan untuk memilih kombinasi output yang efisien secara ekonomis. Efisiensi Teknis Jika perusahaan memilih titik yang tidak efisien di dalam batas kemungkinan produksi, perusahaan akan kehilangan pendapatan potensial. Keinginan untuk memaksimalkan laba akan mengarahkan perusahaan untuk memilih suatu alokasi pada batas kemugnkinan produksi tersebut. Pasar Gagal Mencapai Efisiensi Ekonomis di sebabkan oleh 4 hal : Persaingan Tidak Sempurna Persaingan tidak sempurna meliputi seluruh situasi dimana para pelaku ekonomi menggunakan kekuatan pasar dalam menentukan harga. Aspek yang penting dari situasi ini adalah penerimaan marginal berbeda dengan harga pasar karena perusahaan tidak lagi bertindak sebagai price taker. Eksternalitas Eksternalitas adalah suatu pengaruh dari aktivitas perusahaan terhadap kehidupan individu yang secara tidak langsung diperhitungkan oleh bekerjanya sistem harga normal. Masalah mendasar dalam eksternalitas sendiri adalah biaya produksi barang oleh perusahaan tidak lagi mencerminkan dengan benar biaya sosial dari produksi. Barang – barang Publik Barang publik adalah barang-barang yang memberikan manfaat non eksklusif bagi setiap orang dalam sebuah kelompok dan dapat diberikan kepada tambahan satu orang lagi dengan biaya marginal 0. Karakteristik dari barang-barang ini adalah dapat memberikan keuntungan kepada tambahan satu orang tanpa memerlukan biaya serta dapat memberikan keuntungan kepada semua orang. Dalam kasus tersebut harga tidak dapat menyamai biaya marginal yang sama dengan 0 karena biaya tetap penyediaan barang tidak akan tertutupi. Informasi Tidak Sempurna Dari pembahasan tentang hubungan antara persaingan sempurna dan efisiensi ekonomi,kita dapat mengasumsikan bahwa para pelaku ekonomi memiliki informasi secara penuh. Jenis informasi terpenting yang di asumsikan adalah pengetahuan tengtang keseimbangan harga pasar. Jika untuk berbagai alasan pasar tidak mampu menciptakan keseimbangan harga ataupun para pelaku ekonomi tidak mengetahui harga keseimbangan, konsep invisible hands tidak mungkin bisa berlaku. Masalah tersebut selama ini tidak di perhitungkan dengan memperlakukan barang sebagai sesuatu yang homogen dan mempunyai harga pasar yang telah diketahui secara universal. Uang pada Model Persaingan Sempurna ada 2, yaitu : Uang Komoditi Uang Komoditi umumnya berupa barang tertentu yang dipilih mulai dari barang – barang yang dikenal (emas dan perak) sampai ke barang yang tidak jelas dan bahkan aneh (gigi hiu atau di Pulau Yap, roda batu yang besar). Uang Fiat dan Tabir Moneter Uang yang diciptakan pemerintah karena biaya yang terkait dalam pembuatannya (misalnya mencetak lembaran kertas dengan foto para pemimpin lama atau baru atau menjaga catatan pada pita magnetis) sangat rendah.
0 komentar:
Posting Komentar