Senin, 26 Desember 2016

BAB 10 MIKROEKONOMI

PERMINTAAN INPUT: PASAR TENAGA KERJA DAN TANAH

PASAR INPUT: KONSEP DASAR
            PERMINTAAN INPUT: SUATU PERMINTAAN TURUNAN
Permintaan turunan adalah permintaan sumber daya(input) yang tergantung pada permintaan output yang memakai sumber daya tersebut untuk produksinya. Kuantitas output yang diproduksi oleh perusahaan bergantung pada nilai yang dikenakan pasar pada produk perusahaan(permintaan input bergantung pada permintaan output/permintaan input diturunkan(derived) dari permintaan output).
            INPUT: KOMPLEMENTER DAN SUBSTITUSI
Input bisa bersifat komplementer atau substitusi. Dua input yang digunakan bersama dapat meningkatkan, atau melengkapi satu sama lain. Permintaan input suatu perusahaan terkait erat satu sama lain. Peningkatan atau penurunan upah secara alamiah menyebabkan permintaan tenaga kerja berubah, tapi juga memiliki efek atas permintaan modal atau tanah. Jika hendak memahami permintaan input, maka harus memahami hubungan antara tenaga kerja, modal, dan tanah.
            HASIL YANG MAKIN MENURUN
Jangka pendek adalah periode dimana beberapa faktor produksi tetap membatasi kapasitas perusahaan untuk berekspansi. Dengan kondisi seperti ini, perusahaan yang memutuskan untuk meningkatkan output akhirnya akan menghadapi hasil yang makin menurun. Atau bisa dikatakan dengan skala tetap pabrik berarti maka produk marjinal dari input variabel pada akhirnya akan menurun.
            PRODUK PENERIMAAN MARJINAL
Produk penerimaan marjinal adalah penerimaan tambahan yang diperoleh suatu perusahaan dengan mempekerjakan unit input tambahan, ceteris paribus.
           
PASAR TENAGA KERJA
PERUSAHAAN YANG HANYA MENGGUNAKAN FAKTOR PRODUKSI SATU VARIABEL: TENAGA KERJA
Perusahaan yang memaksimalkan laba akan menambah input dalam hal tenaga kerja, perusahaan akan merekrut pekerja selama produk penerimaan marjinal input itu melebihi haga pasar dari input itu dalam hal tenaga kerja, upah.
PERUSAHAAN YANG MENGGUNAKAN FAKTOR PRODUKSI DUA VARIABEL DALAM JANGKA PENDEK DAN JANGKA PANJANG
Dalam perusahaan yang menggunakan hanya satu faktor produksi variabel, perubahan dalam harga faktor itu hanya mempengaruhi permintaan faktor itu sendiri. Tapi ketika ada lebih dari satu faktor yang bisa beragam, kita harus mempertimbangkan dampak perubahan dalam suatu harga faktor atas permintaan faktor lain juga.
            BERBAGAI PASAR TENAGA KERJA
Jika pasar tenaga kerja bersifat kompetitif, upah di pasar ini ditentukan oleh interaksi penawaran dn permintaan. Perusahaan akan merekerut pekerja hanya selama nilai produk mereka melebihi upah pasar yang relevan. Hal ini berlaku di semua pasar tenaga kerja yang kompetitif.
PASAR TANAH

            Tanah adalah penawaran yang sangat tetap(inelastis sempurna) secara total. Karena tanah itu memiliki penawaran tetap, kita katakan bahwa tanah itu sudah ditentukan permintaannya(demand determined). Dengan kata lain, harga tanah ditentukan secara eksklusif oleh berapa jumlah yang bersedia dibayarkan oleh rumah tangga dan perusahaan untuknya. Penghasilan segala faktor produksi dalam penawaran tetap disebut sewa murni(pure rent).

BAB 9 MIKROEKONOMI

BIAYA JANGKA PANJANG DAN KEPUTUSAN OUTPUT

KONDISI JANGKA PENDEK DAN ARAH JANGKA PANJANG
Suatu perusahaan menderita kerugian(loss), jika tingkat penghasilan yang diperolehnya berada di bawah normal. Suatu perusahaan yang mencapai titik impas(breaking even) atau menghasilkan tingkat laba nol adalah perusahaan yang menghasilkan jumlah yang persis sama dengan tingkat penghasilan normal.
            MEMAKSIMALKAN LABA
                        Laba adalah penerimaan total minus biaya total.
            MEMINIMALKAN KERUGIAN
            Perusahaan yang tidak menghasilkan laba positif atau titik impas akan menderita kerugian. Perusahaan yang menderita kerugian terdiri dari dua kategori: (1) perusahaan yang merasa akan lebih beruntung jika menutup  langsung usahanya  dan menanggung kerugian yang sama dengan biaya tetap, dan  (2) perusahaan yang terus beroperasi  dalam jangka pendek untuk meminimalkan kerugiannya.
BIAYA JANGKA PANJANG: SKALA EKONOMIS DAN DISEKONOMIS
            SKALA PENGHASILAN MENINGKAT
Skala penghasilan meningkat atau skala ekonomis adalah peningkatan dalam skala produksi suatu perusahaan mengakibatkan biaya yang lebih rendah per unit yang diproduksi.
SKALA PENGHASILAN KONSTAN
Skala penghasilan konstan adalah peningkatan dalam skala produksi tidak punya efek atas biaya per unit yang diproduksi.
SKALA PENGHASILAN MENURUN
Skala penghasilan menurun atau skala disekonomis adalah peningkatan dalam skala produksi mengakibatkan biaya yang lebih tinggi per unit yang diproduksi.
PENYESUAIAN KONDISI JANGKA PANJANG TERHADAP KONDISI JANGKA PENDEK
            Ketika ada laba jangka pendek dalam suatu industri, perusahaan baru akan masuk dan perusahaan yang ada akan berekspansi. Kejadian ini menggeser kurva penawaran industri ke kanan. Ketika ini terjadi, harga turun dan akhirnya laba terhapuskan.
            Ketika kerugian jangka pendek diderita dalam suatu industri, beberapa perusahaan keluar dan beberapa perusahaan mengurangi skala. Kejadian ini menggeser kurva penawaran industri ke kiri, yang meningkatkan harga dan menghapuskan kerugian.

            Dalam pasar yang efisien, modal investasi mengalir menuju kesempatan laba.

BAB 8 MIKROEKONOMI



BIAYA JANGKA PENDEK DAN KEPUTUSAN KELUARAN (OUTPUT)

 Perusahaan yang memaksimalkan laba membuat keputusan-keputusan untuk memaksimalkan laba (total penerimaan minus total biaya). Untuk menghitung biaya produksi perusahaan harus mengetahui dua hal: (1) kuantitas dan kombinasi masukan yang mereka butuhkan untuk memproduksi barang, (2) beberapa harga masukan itu. Biaya Jangka Pendek Biaya tetap adalah biaya yang tidak berubah mengikuti pengeluaran sebuah perusahaan. Dalam jangka pendek perusahaan tidak akan mampu merubahnya walaupun produksinya nol. Biaya variabel adalah biaya yang tergantung tingkat keluaran yang dipilih. Biaya tetap plus biaya variabel sama dengan biaya total (TC=TFC+TVC). Biaya tetap rata-rata (AFC) adalah biaya tetap total dibaki kuantitas pengeluaran. Ketika keluaran naik, biaya tetap rata-rata menurundengan mantap karena total yang sama ditanggung oleh kuantitas pengeluaran yang semakin besar. Gejala tersebut disebut overhead. Berbagai kombinasi masukan dapat digunakan untuk mempruduksi tingkat keluaran tertentu. Biaya variabel total (TVC) adalah jumlah seluruh biaya yang berubah-ubah mengikuti perubahan keluaran dalam jangka pendek. Biaya marjinal (MC) adalah naiknya total biaya yang diakibatkan oleh memproduksi satu unit keluaran lagi. Apabila perusahaan memproduksi 1000 unit, biaya tambahan untuk meningkatkan keluaran menjadi 1001 unit adalah biaya marjinal. Dalam jangka pendek perusahaan dibatasi oleh factor produksi yang tetap atau skala pabrik yang tetap. Ketika perusahaan menaikkan keluarannya, pada akhirnya perusahaan itu akan menemukan dirinya terjebak oleh skala itu. Biaya marjinal adalah kemiringan (slope) variabel total. Kuva biaya variabel total senantiasa mempunyai kemiringan positif, karena senantiasa mengikuti keluaran (output). Biaya variabel rata-rata (AVC) adalah sama biaya fariabel total dibagi kuantitas keluaran. Apabila biaya marjinal berada di biaya atas biaya variabel, biaya rata-tara itu menurun. Biaya marjinal memotong biaya variabel pada titik minimumAVC. Biaya total rata-rata (ATC) adalah sama dengan total biaya dibagi kuantitas keluaran. Apabila biaya marjinal berada dibawah biaya rata-rata, biaya total rata-rata akan turun kearah biaya total marjinal. Apabila biaya marjinal berada diatas biaya total rata-rata, maka biaya total rata-rata akan meningkat. Keputusan-Keputusan Keluaran (output): Penerimaan, Biaya, dan Pemaksimalan Harga Perusahaan persaingan sempurna menghadapi kurva permintaan berupa garis horizontal (dengan kata lain permintan benar-benar elastis). Total penerimaan (TR) adalah harga dikali kuantitas keluaran yang telah diputuskan perusahaan untuk diperoduksi dan dijual. Penerimaan marjinal (MR) adalah penerimaan tambahan yang di terima perusahaan ketika perusahaan itu menaikan keluaran {output} sebesar satu unit. Pada perusahaan kompetitip secara sempurna, pendapatan marjinal itu sama dengan harga pasar saat ini bagi produksinya.perusahhan yang memaksimalkan laba dalam industri kompetitif secara sempurna akan menghasilkan sampai titik di mana harga keluarannya persis sama dengan biyaya marjinal jangka pendek: P = MC. Rumus memaksimalkan laba yang lebih umum adalah MR = MC (P = MC dalam persaingan sempurna). Kurva biaya marjinal perusahaan konpetitif secara sempurna adalah kurva penawaran jangka pendek. 

Minggu, 23 Oktober 2016

BAB 7 MIKROEKONOMI

BAB 7
PROSES PRODUKSI: PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN

PRODUKSI
Ø  Walaupun saling berbeda dalam ukuran dan organisasi internalnya, semua perusahaan memerlukan input dan mengolahnya menjadi output dengan proses produksi

ELASTISITAS SEMPURNA DARI KURVA PERMINTAAN KOMPETITIF
Ø  Perusahaan kompetitif menghadapi kurva permintaan yang elastis sempurna:
Perusahaan yang menaikkan harga melampaui harga pasar tidak akan bisa menjual produknya sama sekali
Sebaliknya, tidak ada dorongan bagi perusahaan untuk menurunkan harga karena perusahaan bisa menjual semua produknya sesuai harga pasar

PERILAKU PERUSAHAAN YANG MEMAKSIMALKAN KEUNTUNGAN
Ø  Di semua industri, perusahaan yang memaksimalkan keuntungan harus menentukan tiga pilihan:
Berapa banyak output yang ditawarkannya
Bagaimana cara memproduksi output tersebut
Berapa banyak input yang dimintanya
Ø  Laba sama dengan penerimaaan total dikurangi biaya total
Ø  Biaya total (biaya ekonomis) meliputi:
Biaya yang benar-benar dikeluarkan
Biaya oportunitas setiap faktor produksi (mencakup juga tingkat penghasilan normal dari modal)
Ø  Tingkat penghasilan normal (normal rate of return) dari modal termasuk ke dalam biaya total karena pengikatan sumber daya ke dalam simpanan modal perusahaan akan menghasilkan biaya oportunitas
Ø  Investor mengharapkan tingkat penghasilan normal ketika mendanai bisnis atau membeli saham
Ø  Tingkat laba (profit) positif adalah tingkat penghasilan modal di atas normal
Ø  Dalam mengambil keputusan, perusahaan perlu mengetahui tiga hal , yaitu:
Harga pasar output
Teknik produksi yang tersedia
Harga input

PROSES PRODUKSI
Ø  Fungsi produksi atau fungsi produk total adalah hubungan antara input dan output
(teknologi produksi) yang dinyatakan dengan angka atau secara matematis
Ø  Produk marjinal dari input variabel adalah output tambahan yang akan diproduksi oleh input tambahan tersebut jika semua input lain konstan
Ø  Hukum hasil yang menurun menyatakan bahwa penambahan unit input variabel terhadap input tetap melampaui titik tertentu akan menurunkan produk marjinal dari input variabel tersebut
Ø  Produk rata-rata  adalah jumlah rata-rata produk dari tiap unit faktor produksi variabel, dengan interaksi sebagai berikut:
Ø  Modal dan tenaga kerja merupakan input komplementer dan juga input substitusi
Ø  Modal bisa meningkatkan produktivitas tenaga kerja, tapi juga bisa mensubstitusikan tenaga kerja

PILIHAN TEKNOLOGI
Ø  salah satu keputusan penting yang harus diambil oleh semua perusahaan adalah teknologi mana yang akan dipergunakan

Ø  Perusahaan yang memaksimalkan laba akan memilih kombinasi input yang meminimalkan biaya dan memaksimalkan laba

Jumat, 21 Oktober 2016

BAB 6 MIKROEKONOMI

Bab 6

PERILAKU RUMAH TANGGA DAN PILIHAN KONSUMEN
 


Dalam bab ini kita bisa mempelajari perilaku fundamental (mendasar/pokok) dalam perekonomian, yaitu rumah tangga dan perusahaan. Dalam bab ini dijelaskan juga bahwa rumah tangga dan perusahaan berinteraksi dalam dua jenis pasar : pasar input dan pasar output. Jadi artinya, rumah tangga meminta output dan menawarkan input. Sebaliknya, produsen meminta input dan menawarkan output.
Sebelum masuk kedalam materi, ada sebuah asumsi yang menerangkan bahwa semua pasar itu bersifat kompetitif sempurna. Artinya, dalam pasar itu kita mengenal yang namanya persaingan sempurna. Apa itu pesaingan sempurna ?, persaingan sempurna (perfect competition) adalah bentuk struktur industrik yang didefinisakan sangat kaku, kata sempurna di sini seolah tidak mempunya cacat, padahal dalam dunia indusrti kompetitif tidak ada suatu produsen yang bisa mempengaruhi suatu harga, kenapa ? karena adanya karakteristik indusri kompetitif, yang pertama industik kompetitif terdiri dari banyak perusahaan, yang masing-masing beskala kecil jika dibandingkan dengan produk ukuran industri. Kedua, setiap perusahaan dalam industri kompetitif sempurna menghasilkan produk yang benar-benar sama. Sedangkan produk dalam industri kompetitif sempurna itu bersifat homogen.
            Karakteristik tersebut membatasi keputusan yang terbuka buat setiap industry kompetitif, karena bisa dikatakan, semua industry kompetitf itu bisa menghasilkan suatu produk yang hampir sama, dan juga kompetitif sempurna berskala lebih kecil dibandingkan dengan pasar. Perusahaan yang kompetitif sempurna itu tidak bias mematok suatu harga, karean mereka tidak bisa mengendalikannya. Yang bisa mereka lakukan hanyalah memutuskan berapa output yang akan diproduksi dan bagai mana memproduksinya.
            Dari semua pernyataan di atas kita bisa berasumsi bahwa setiap rumah tangga memiliki ukurang yang kecil jika dibandingkan dengan pasar. Artinya rumah tangga tidak bisa menghadapi serangkaian harga produk yang tidak bisa mereka kendalikan sendirian. Harga ditentukan oleh pemasok dan banyak peminta produk. Dan juga, rumah tangga dan perusahaan memiliki semua informasi yang diperlukan untuk menentukan pilihan pasar, yang bisa disebut dengan pengetahuan sempurna.

1.    PILIHAN RUMAH TANGGA DALAM PASAR OUTPUT
            Setiap rumah tangga harus mengambil tiga keputusan:
1.      Berapa banyak tiap produk, atau output, yang diminta
2.      Berapa banyak kerja yang akan ditawarkan
3.    Berapa banyak yang akan dibelanjakan hari ini dan berapa banyak yang akan ditabung untuk masa depan.

A.  PENENTU PERMINTAAN RUMAH TANGGA
            Ada beberapa faktor yang mempengaruhi barang dan jasa yang diminta oleh rumah tangga:
1.      Harga produk
2.      Pendapatan yang diterima rumah tangga
3.      Jumlah akumulasi kekayaan rumah tangga
4.      Harga produk lain yang tersedia bagi rumah tangga
5.      Selera dan preferensi rumah tangga
6.      Ekspetasi rumah tangga terhadap kekayaan, harga, dan pendapatan di masa depan

INGAT, bahwa skedul permintaan dan kurva permintaan mengekspresikan hubungan antara kuantitas yang diminta dan harga, yang bisa disebut “CETERIS PARIBUS”.

B.  BATASAN ANGGARA
            Apa yang dimaksud batas anggaran ?, yang dimaksud batas anggaran adalah batasan pilihan rumah tangga disebabkan pendapatan, kekayaan, dan harga produk. Apakah ada rumah tangga yang bisa mengendalikan atas pendapatannya ? ada, yaitu mereka yang memilih untuk bekerja atau tidak, akan tetapi, ada juga batasan dalam pasar tenaga kerja, karena gaji mereka diatur oleh tingkat upah pasar.
            Lalu ada juga yang namanya SERANGKAIAN PILIHAN atau SERANGKAIAN ORPOTUNITAS, yaitu serangkaian pilihan yang didefinisikan dan dibatasi oleh batasan atau kendala. Namun, keterbatasan yang disebabkan oleh pendapatan dan harga, rumah tangga bebas memilih apa yang dikehendaki, tergantung kebutuhan mereka dan selera mereka.
BASIS PILIHAN
            Selama abad ke-19, pertimbangan nilai-nilai telah diformalkan menjadi suatu konsep yang disebut dengan utilitas. Apakah suatu barang lebih disukai daripada barang lain tergantung pada seberapa besar utilitas. Sedangkan arti utilitas itu sendiri adalah, kepuasan atau imbalan yang dihasilkan suatu produk dibandingkan dengan alternatifnya.
            Ada masalah tertentu yang tersirat dalam konsep utilitas. Pertama, mustahil mengukur utilitas. Kedua, mustahil membandingkan utilitas bagi orang yang berbeda.

C.      UTILITAS MARJINAL YANG SEMAKIN MENURUN
            Apa maksud dari judul di atas ? maksud dari judul di atas adalah, jika seseorang mengkonsumsi lebih banyak barang maka ia akan mengurangi kepuasan marjinal, yang bisa disebuta UTILITAS MARJINAL. Utilitas marjinal adalah kepuasan tambahan yang diperoleh dengan mengkonsumsi atau menggunakan tambahan suatu unit barang. Lalu ada juga UTILITAS TOTAL, yaitu kepuasan total yang mengkonsumsi barang atau jasa. Bedanya dengan utilitas marjinal, yang dikonsumsi hanya unit terakhir yang dikonsumsi, sedangkan utilitas total semua unit yang dikonsumsi.
            Ada suatu hukum utilitas marjinal yang semakin menurun yang berbunyi :
semakin banyak suatu barang yang dikonsumsi pada periode tertentu, semakin sedikit kepuasan (utilitas) yang dihasilkan dari mengkonsumsi tiap unit tambahan (marjinal) barang yang sama.”

D.      EFEK PENDAPATAN DAN SUBSTITUSI
            Meskipun gagasan utilitas merupakan cara berpikir yang berguna menyangkut proses pilihan. Ada penjelasan tentang kurva permintaan yang miring ke bawah yang tidak mengendalikan konsep utilitas marjinal yang makin menurun, yaitu pada efek pendapatan dan substitusi.
INGAT, bahwa konsumen menghadapi pilihan yang terbatas, dan perhatikan kemungkinan respons suatu rumah tangga atas penurunan harga beberapa produk yang sering digunakan, ceteris paribus.
EFEK PENDAPATAN
            Perubahan harga mempengaruhi rumah tangga dalam satu hal yaitu, jika kita mengasumsikan bahwa rumah tangga membatasi pilihan produk mereka yang memperbaiki kesejahteraan mereka, maka setiap penurunan haraga setiap produk membuat rumah tangga itu jelas merasa diuntungkan.
Apabila harga sesuatu yang kita beli turun, kita merasa beruntung. Apabila harga sesuatu yang kita beli naik, kita merasa rugi.
EFEK SUBSTITUSI
            Kenyataan bahwa penurunan harga membuat rumah tangga lebih beruntung belum menjelaskan semuanya. Apabila harga suatu produk turun, produk itu juga menjadi relatif lebih murah. Jadi, produk ini lebih menarik dibandingkan dengan barang substitusi, yang biasa disebut efek substitusi akibat perubahan harga.
Apa yang dapat kita petik dari efek pendapatan dan substitusi tentang kurva permintaan?
            Baik efek pendapatan maupun substitusi menyiratkan hubungan negatif antara harga dan kuantitas yang diminta, artinya permintaan yang miring ke bawah. Apabila suatu barang turun, ceteris paribus, kita merasa lebih untung, dan kita cenderung membeli lebih banyak barang itu dan lain (efek pendapatan). Karena harga yang lebih rendah juga berarti “lebih mahal dibanding barang substitusi”, kita cenderung membeli lebih banyak barang itu (efek substitusi). Apabila harga suatu barang naik, kita merasa lebih rugi, dan kita akan membeli labih sedikit barang itu (efek pendapatan). Harga yang lebih tinggi juga berarti “lebih mahal dibandingkan barang substitusi”, dan cenderung membeli lebih sedikit barang itu dan lebih banyak barang lain (efek substitusi).

E.       SURPLUS KONSUMEN
            Apabila suatu barang dijual pada harga tetap, rumah tangga harus “mengungkapkan” apakah barang itu layak dihargai dengan harga yang berlaku. Bagi banyak orang yang membeli di pasar tertentu, nilai produk itu melebihi harga saat ini. Orang-orang itu meminta surplus konsumen.

2.        PILIHAN RUMAH TANGGA DALAM PASAR INPUT
            Pembahasan ini akan beralih tentang dua keputusan yang diambil oleh rumah tangga di pasar input: keputusan penawaran tenaga kerja dan keputusan menabung.

A.      KEPUTUSAN PENAWARAN TENAGA KERJA
Di sini rumah tangga harus memutuskan tiga hal:
1.      Apakah harus bekerja
2.      Seberapa banyak harus bekerja
3.      Jenis pekerjaan apa yang akan dilakukan
Lalu pada dasarnya angota rumah tangga harus memutuskan berapa banyak tenaga kerja yang akan ditawarkan Pilihan yang mereka ambil dipengaruhi oleh:
1.      Ketersediaan lapangan kerja
2.      Tingkat upah di pasar
3.      Keterampilan yang mereka miliki

B.       HARGA WAKTU LUANG
Dalam pasar tenaga kerja, ada trade-off antara nilai barang dan jasa yang bisa dibeli di pasar itu atau diproduksi di rumah dengan nilai yang diberikan orang atas waktu luang. Biaya oportunitas pekerjaan yang dibayar adalah waktu luang dan pekerjaan yang tidak dibayar. Tingkat upah adalah harga, atau biaya oportunitas, dari manfaat pekerjaan yang tidak dibayar atau waktu luang. Jadi lapangan kerja dan tingkat upah pekerjaan menentukan kombinasi akhir barang dan jasa yang terjangkau oleh rumah tangga.

C.      EFEK PENDAPATAN DAN SUBSTITUSI DARI PERUBAHAN UPAH
Efek pendapatan dan substitusi dari perubahan tingkat upah bekerja dalam arah berlawanan, artinya tingkat upah yang lebih tinggi  berarti bahwa (1) waktu luang lebih mahal (efek substitusi) dan (2) lebih banyak pendapatan yang diperoleh dalam jumlah jam kerja tertentu, sehingga sejumlah waktu dapat digunakan sebagai waktu luang (efek pendapatan).

D.      MENABUNG DAN MEMINJAM: KONSUMSI SEKARANG VERSUS KONSUMSI MASA DEPAN.

            Dalam bab ini akan dijelaskan bahwa setiap rumah tangga terkadang menggunakan pendapatannya dalam menabung untuk keperluan di masa mendatang dan meminjam menggunakan pendapatan masa depan untuk mendanai belanja saat ini. Kesimpulannya, apabila rumah tangga memutuskan untuk menabung sebagian pendapatan saat ini, rumah tangga itu menggunakan pendapatan saat ini untuk mendanai pengeluaran di masa depan. Apabila rumah tangga meminjam, rumah tangga itu mendanai pembelian saat ini dengan pendapatan di masa depan.

BAB 5 MIKROEKONOMI

BAB 5
                                               ELASTISITAS           

Ø  Elastisitas adalah konsep umum dalam mengukur respons/tanggapan dari variabel tertentu ketika variabel lain berubah
Ø  Jika variabel A berubah karena variabel B berubah, elastisitas A terhadap B sama dengan perubahan persentase A dibagi perubahan persentase B

KURVA PERMINTAAN DAN ELASTISITAS
Ø  Ketanggapan (responsiveness) tidak cukup diukur dengan slope kurva permintaan karena nilainya tergantung unit ukuran yang digunakan Maka, elastisitas diukur dengan persentase

ELASTISITAS HARGA TERHADAP PERMINTAAN
Ø  Elastisitas harga permintaan adalah rasio perubahan persentase dalam kuantitas yang diminta terhadap perubahan persentase dalam harga

TIPE-TIPE ELASTISITAS
Ø  Permintaan inelastis sempurna memiliki kuantitas yang diminta yang sama sekali tidak tanggap terhadap perubahan harganya, nilai elastisitasnya 0 (nol)
Ø  Permintaan inelastis memiliki perubahan kuantitas yang diminta yang terkadang tanggap terhadap perubahan harganya dalam kisaran nilai yang tidak besar, nilai elastisitasnya antara 0 (nol) dan -1
Ø  Permintaan berelastisitas uniter memiliki hubungan perubahan persentase kuantitas yang diminta yang sama dengan perubahan persentase harganya, nilai elastisitasnya -1
Ø  Permintaan elastis memiliki perubahan persentase kuantitas yang diminta yang lebih besar nilai absolutnya dibandingkan dengan persentase perubahan harganya, nilainya elastisitasnya kurang dari -1
Ø  Permintaan elastis sempurna memiliki perubahan kuantitas yang diminta yang langsung jatuh ke nol hanya akibat peningkatan kecil dari harganya

MENGHITUNG ELASTISITAS
Ø  Pada permintaan elastis:
Peningkatan harga akan menurunkan kuantitas yang diminta dalam persentase perubahan yang lebih besar daripada persentase perubahan harganya
Penerimaan total akan menurun
Ø  Pada permintaan inelastis, peningkatan harga akan meningkatkan penerimaan total
Ø  Pada permintaan elastis:
Penurunan harga akan meningkatkan kuantitas yang diminta dalam persentase perubahan yang lebih besar daripada persentase perubahan harganya
Penerimaan total akan meningkat
Ø  Pada permintaan inelastis:
Penurunan harga akan meningkatkan kuantitas yang diminta dalam persentase perubahan yang lebih kecil daripada persentase perubahan harganya
Penerimaan total akan menurun

PENENTU ELASTISITAS PERMINTAAN
Ø  Elastisitas permintaan bergantung pada:
Ketersediaan barang substitusi
Pentingnya barang dalam anggaran perseorangan
Kerangka waktu yang digunakan

ELASTISITAS LAINNYA
Ø  Elastisitas pendapatan dari permintaan mengukur tanggapan kuantitas yang diminta terhadap perubahan pendapatan
Ø  Elastisitas harga-silang dari permintaan mengukur tanggapan kuantitas yang diminta dari barang tertentu terhadap perubahan harga dari barang lain
Ø  Elastisitas penawaran mengukur tanggapan kuantitas yang ditawarkan dari barang tertentu terhadap perubahan harga barang itu sendiri

Ø  Elastisitas penawaran tenaga kerja mengukur tanggapan kuantitas yang ditawarkan dari tenaga kerja terhadap perubahan harga tenaga kerja itu sendiri