Bab 6
PERILAKU RUMAH
TANGGA DAN PILIHAN KONSUMEN
Dalam bab ini
kita bisa mempelajari perilaku fundamental (mendasar/pokok) dalam perekonomian,
yaitu rumah tangga dan perusahaan. Dalam bab ini dijelaskan juga bahwa rumah
tangga dan perusahaan berinteraksi dalam dua jenis pasar : pasar input dan
pasar output. Jadi artinya, rumah tangga meminta output dan menawarkan
input. Sebaliknya, produsen meminta input dan menawarkan output.
Sebelum masuk
kedalam materi, ada sebuah asumsi yang menerangkan bahwa semua pasar itu
bersifat kompetitif sempurna. Artinya, dalam pasar itu kita mengenal
yang namanya persaingan sempurna. Apa itu pesaingan sempurna ?, persaingan
sempurna (perfect competition) adalah bentuk struktur industrik yang
didefinisakan sangat kaku, kata sempurna di sini seolah tidak mempunya
cacat, padahal dalam dunia indusrti kompetitif tidak ada suatu produsen yang bisa
mempengaruhi suatu harga, kenapa ? karena adanya karakteristik indusri
kompetitif, yang pertama industik kompetitif terdiri dari banyak perusahaan,
yang masing-masing beskala kecil jika dibandingkan dengan produk ukuran
industri. Kedua, setiap perusahaan dalam industri kompetitif sempurna
menghasilkan produk yang benar-benar sama. Sedangkan produk dalam industri
kompetitif sempurna itu bersifat homogen.
Karakteristik
tersebut membatasi keputusan yang terbuka buat setiap industry kompetitif,
karena bisa dikatakan, semua industry kompetitf itu bisa menghasilkan suatu
produk yang hampir sama, dan juga kompetitif sempurna berskala lebih kecil
dibandingkan dengan pasar. Perusahaan yang kompetitif sempurna itu tidak bias
mematok suatu harga, karean mereka tidak bisa mengendalikannya. Yang bisa
mereka lakukan hanyalah memutuskan berapa output yang akan diproduksi dan bagai
mana memproduksinya.
Dari semua
pernyataan di atas kita bisa berasumsi bahwa setiap rumah tangga memiliki
ukurang yang kecil jika dibandingkan dengan pasar. Artinya rumah tangga tidak
bisa menghadapi serangkaian harga produk yang tidak bisa mereka kendalikan
sendirian. Harga ditentukan oleh pemasok dan banyak peminta produk. Dan juga,
rumah tangga dan perusahaan memiliki semua informasi yang diperlukan untuk
menentukan pilihan pasar, yang bisa disebut dengan pengetahuan sempurna.
1.
PILIHAN
RUMAH TANGGA DALAM PASAR OUTPUT
Setiap rumah
tangga harus mengambil tiga keputusan:
1.
Berapa
banyak tiap produk, atau output, yang diminta
2.
Berapa
banyak kerja yang akan ditawarkan
3. Berapa
banyak yang akan dibelanjakan hari ini dan berapa banyak yang akan ditabung
untuk masa depan.
A. PENENTU PERMINTAAN RUMAH TANGGA
Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi barang dan jasa yang diminta oleh rumah tangga:
1.
Harga
produk
2.
Pendapatan
yang diterima rumah tangga
3.
Jumlah
akumulasi kekayaan rumah tangga
4.
Harga
produk lain yang tersedia bagi rumah tangga
5.
Selera
dan preferensi rumah tangga
6.
Ekspetasi
rumah tangga terhadap kekayaan, harga, dan pendapatan di masa depan
INGAT, bahwa skedul permintaan dan kurva permintaan mengekspresikan
hubungan antara kuantitas yang diminta dan harga, yang bisa disebut “CETERIS
PARIBUS”.
B.
BATASAN
ANGGARA
Apa yang dimaksud
batas anggaran ?, yang dimaksud batas anggaran adalah batasan pilihan rumah
tangga disebabkan pendapatan, kekayaan, dan harga produk. Apakah ada rumah
tangga yang bisa mengendalikan atas pendapatannya ? ada, yaitu mereka yang
memilih untuk bekerja atau tidak, akan tetapi, ada juga batasan dalam pasar
tenaga kerja, karena gaji mereka diatur oleh tingkat upah pasar.
Lalu ada juga yang
namanya SERANGKAIAN PILIHAN atau SERANGKAIAN ORPOTUNITAS, yaitu
serangkaian pilihan yang didefinisikan dan dibatasi oleh batasan atau kendala. Namun,
keterbatasan yang disebabkan oleh pendapatan dan harga, rumah tangga bebas
memilih apa yang dikehendaki, tergantung kebutuhan mereka dan selera mereka.
BASIS PILIHAN
Selama abad ke-19,
pertimbangan nilai-nilai telah diformalkan menjadi suatu konsep yang disebut
dengan utilitas. Apakah suatu barang lebih disukai daripada barang lain
tergantung pada seberapa besar utilitas. Sedangkan arti utilitas itu
sendiri adalah, kepuasan atau imbalan yang dihasilkan suatu produk
dibandingkan dengan alternatifnya.
Ada masalah
tertentu yang tersirat dalam konsep utilitas. Pertama, mustahil mengukur
utilitas. Kedua, mustahil membandingkan utilitas bagi orang yang berbeda.
C.
UTILITAS
MARJINAL YANG SEMAKIN MENURUN
Apa maksud dari
judul di atas ? maksud dari judul di atas adalah, jika seseorang mengkonsumsi
lebih banyak barang maka ia akan mengurangi kepuasan marjinal, yang bisa
disebuta UTILITAS MARJINAL. Utilitas marjinal adalah kepuasan tambahan
yang diperoleh dengan mengkonsumsi atau menggunakan tambahan suatu unit barang.
Lalu ada juga UTILITAS TOTAL, yaitu kepuasan total yang mengkonsumsi
barang atau jasa. Bedanya dengan utilitas marjinal, yang dikonsumsi hanya unit
terakhir yang dikonsumsi, sedangkan utilitas total semua unit yang
dikonsumsi.
Ada suatu hukum
utilitas marjinal yang semakin menurun yang berbunyi :
“semakin banyak suatu barang yang dikonsumsi pada periode
tertentu, semakin sedikit kepuasan (utilitas) yang dihasilkan dari mengkonsumsi
tiap unit tambahan (marjinal) barang yang sama.”
D.
EFEK
PENDAPATAN DAN SUBSTITUSI
Meskipun gagasan
utilitas merupakan cara berpikir yang berguna menyangkut proses pilihan. Ada
penjelasan tentang kurva permintaan yang miring ke bawah yang tidak
mengendalikan konsep utilitas marjinal yang makin menurun, yaitu pada efek
pendapatan dan substitusi.
INGAT,
bahwa konsumen menghadapi pilihan yang terbatas, dan perhatikan kemungkinan
respons suatu rumah tangga atas penurunan harga beberapa produk yang sering
digunakan, ceteris paribus.
EFEK PENDAPATAN
Perubahan harga
mempengaruhi rumah tangga dalam satu hal yaitu, jika kita mengasumsikan bahwa
rumah tangga membatasi pilihan produk mereka yang memperbaiki kesejahteraan
mereka, maka setiap penurunan haraga setiap produk membuat rumah tangga itu
jelas merasa diuntungkan.
Apabila harga sesuatu yang kita beli turun, kita merasa beruntung.
Apabila harga sesuatu yang kita beli naik, kita merasa rugi.
EFEK SUBSTITUSI
Kenyataan bahwa
penurunan harga membuat rumah tangga lebih beruntung belum menjelaskan semuanya.
Apabila harga suatu produk turun, produk itu juga menjadi relatif lebih
murah. Jadi, produk ini lebih menarik dibandingkan dengan barang substitusi,
yang biasa disebut efek substitusi akibat perubahan harga.
Apa yang dapat kita petik dari efek pendapatan dan substitusi
tentang kurva permintaan?
Baik efek
pendapatan maupun substitusi menyiratkan hubungan negatif antara harga dan
kuantitas yang diminta, artinya permintaan yang miring ke bawah. Apabila suatu
barang turun, ceteris paribus, kita merasa lebih untung, dan kita
cenderung membeli lebih banyak barang itu dan lain (efek pendapatan). Karena
harga yang lebih rendah juga berarti “lebih mahal dibanding barang substitusi”,
kita cenderung membeli lebih banyak barang itu (efek substitusi). Apabila harga
suatu barang naik, kita merasa lebih rugi, dan kita akan membeli labih sedikit
barang itu (efek pendapatan). Harga yang lebih tinggi juga berarti “lebih mahal
dibandingkan barang substitusi”, dan cenderung membeli lebih sedikit barang itu
dan lebih banyak barang lain (efek substitusi).
E.
SURPLUS
KONSUMEN
Apabila suatu barang dijual pada harga tetap, rumah tangga harus
“mengungkapkan” apakah barang itu layak dihargai dengan harga yang berlaku.
Bagi banyak orang yang membeli di pasar tertentu, nilai produk itu melebihi
harga saat ini. Orang-orang itu meminta surplus konsumen.
2.
PILIHAN
RUMAH TANGGA DALAM PASAR INPUT
Pembahasan ini
akan beralih tentang dua keputusan yang diambil oleh rumah tangga di pasar
input: keputusan penawaran tenaga kerja dan keputusan menabung.
A.
KEPUTUSAN
PENAWARAN TENAGA KERJA
Di sini rumah
tangga harus memutuskan tiga hal:
1.
Apakah
harus bekerja
2.
Seberapa
banyak harus bekerja
3.
Jenis
pekerjaan apa yang akan dilakukan
Lalu pada
dasarnya angota rumah tangga harus memutuskan berapa banyak tenaga kerja yang
akan ditawarkan Pilihan yang mereka ambil dipengaruhi oleh:
1.
Ketersediaan
lapangan kerja
2.
Tingkat
upah di pasar
3.
Keterampilan
yang mereka miliki
B.
HARGA
WAKTU LUANG
Dalam pasar
tenaga kerja, ada trade-off antara nilai barang dan jasa yang bisa dibeli di
pasar itu atau diproduksi di rumah dengan nilai yang diberikan orang atas waktu
luang. Biaya oportunitas pekerjaan yang dibayar adalah waktu luang dan
pekerjaan yang tidak dibayar. Tingkat upah adalah harga, atau biaya
oportunitas, dari manfaat pekerjaan yang tidak dibayar atau waktu luang. Jadi
lapangan kerja dan tingkat upah pekerjaan menentukan kombinasi akhir barang dan
jasa yang terjangkau oleh rumah tangga.
C.
EFEK
PENDAPATAN DAN SUBSTITUSI DARI PERUBAHAN UPAH
Efek pendapatan
dan substitusi dari perubahan tingkat upah bekerja dalam arah berlawanan,
artinya tingkat upah yang lebih tinggi
berarti bahwa (1) waktu luang lebih mahal (efek substitusi) dan
(2) lebih banyak pendapatan yang diperoleh dalam jumlah jam kerja tertentu,
sehingga sejumlah waktu dapat digunakan sebagai waktu luang (efek pendapatan).
D.
MENABUNG
DAN MEMINJAM: KONSUMSI SEKARANG VERSUS KONSUMSI MASA DEPAN.
Dalam bab ini akan
dijelaskan bahwa setiap rumah tangga terkadang menggunakan pendapatannya dalam menabung
untuk keperluan di masa mendatang dan meminjam menggunakan
pendapatan masa depan untuk mendanai belanja saat ini. Kesimpulannya, apabila rumah tangga memutuskan untuk menabung
sebagian pendapatan saat ini, rumah tangga itu menggunakan pendapatan saat ini
untuk mendanai pengeluaran di masa depan. Apabila rumah tangga meminjam, rumah
tangga itu mendanai pembelian saat ini dengan pendapatan di masa depan.